
MENJADI ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesehatan Keluarga (TP PKK) Kecamatan Panti membuat Marian Hardajanti paham benar pentingnya keterlibatan masyarakat dalam setiap program pemerintah yang telah dirancangkan. Karena itu dirinya semaksimal mungkin memberdayakan seluruh elemen masyarakat untuk turut aktif dalam setiap program pemerintah.
Ajak Ibu Kades Terlibat Aktif di Desa
Kesuksesan program pemerintah tak lepas dari peran TP PKK mulai dari tingkat kabupaten hingga desa. Sebab, keterbatasan pemerintah membuat tidak semua program bisa terpantau hingga di elemen paling bawah."Untuk mengawasinya, TP PKK kecamatan juga harus aktif menggerakkan masyarakat hingga di tingkat desa,"ujar wanita yang juga menjadi Ketua TP PKK Kecamatan Panti tersebut.Prinsip tersebut telah membawa TP PKK yang dia pimpin menjadi salah satu tim berprestasi di tingkat provinsi. Jika tak ada aral, TP PKK Kecamatan Panti akan mewakili Jawa Timur dalam penilaian lomba tingkat nasional dalam kategori Tertib Administrasi.
Dalam prosesnya, Maria selalu mengedepankan pentingnya pemberdayaan sumber daya manusia. Salah satu prioritasnya adalah pendampingan warga khususnya yang menjadi penggerak PKK di desa."Banyak warga dan perangkat yang masih memiliki tingkat pendidikan formal rendah,"lanjutya.
Namun begitu, asalkan berbekal semangat dan niat, ibu tiga putra tersebut yakin masing-masing warga dan perangkat desa yang terlibat bisa turut mensukseskan program pemerintah."Yang penting mereka bisa memobilisasi masyarakat untuk turut serta,"ujarnya.
Beberapa langkah yang telah dilakukan oleh staf Kasi Pariwisata Kantor Pariwisata Jember ini antara lain mengajak ibu-ibu kepala desa untuk terlibat dalam setiap aktivitas di desanya. Menurutnya, terkadang masih ada ibu kepala desa yang belum bisa bersosialisasi dengan baik di lingkungan warganya."Seperti belum bisa fasih berbicara di depan umum,"imbuh Maria.
Sebagai langkah awal, wanita berhijab ini mengadakan pertemuan baik formal maupun informal dengan tujuh ibu kepala desa di kecamatan yang dia kelola."Saya minta mereka memaparkan program kerja masing-masing desa. Pakai bahasa apa saja terserah, mau bahasa Indonesia atau Madura juga boleh," selorohnya.
Ini sengaja dia kondisikan agar menghilangkan rasa minder dan membuat mereka merasa lebih enjoy. Dengan demikian, mereka bisa lebih aktif dalam menjalankan program yang mereka susun sebagai bagian dari bentuk dukungan program pemerintah.
"sebisa mungkin ibu kepala desa turun juga ke lapangan dan mendampingi Kadesnya supaya bisa mengetahui kondisi riil di lapangan,"tegasnya.(lin/cl/hdi)
Sumber:Jawa Pos Radar Jember,22 Juli 2016
disalin kembali oleh: JSR
Tidak ada komentar:
Posting Komentar