Jumat, 03 Maret 2017

Tertarik Dunia Jurnalistik


SERING menonton bertika di televisi, mendorong Wanodya Hastungkara tertarik ke dunia jurnalistik. Sejumlah pengetahuan tentang jurnalistik dia buru untuk memenuhi rasa penasaran tentang proses penyajian berita.


Tak tanggung, dia sampai memilih kuliah di Ilmu Komunikasi Universitas Brawijaya Malang.

Mahasiswi asal Kelurahan Slawu, Patrang, itu rela mengubah cita-citanya yang semula guru menjadi praktisi jurnalistik, setelah gemar menyaksikan siaran berita. Dia menyakini, ada sejuta tantangan yang dihadapi pemburu berita. "Saya pun sampai magang di kantor media masa," tuturnya.

Bukan sekedar tantangan yang perlu dijinakkan seorang jurnalis. Tanggung jawab besar menyajikan berita faktual yang berimbang, diyakininya tidak mudah disuguhkan kepada publik. Apalagi, kabar yang ditampilkan berdampak pada persepsi yang berbeda. "Menjadi juru damai dengan tulisan sama juga berjuang untuk bangsa," kata bungsu tiga bersaudara ini.

Apalagi pasca reformasi. Keberadaan insan jurnalis sangat penting karena memiliki kekuatan kontrol yang tidak berpihak. Tentu, memainkannya harus dengan kreativitas dan pemikiran yang cerdas. Sehingga kontribusi seorang jurnalis bisa tampak begitu jelas.

Saat ini, gadis yang akrab disapa Nody ini, mengaku mulai sering menulis sebuah berita. Menurut dia, semakin banyak berita yang dia tulis, semakin tajam pula tulisan yang disajikannya. Meski pun, tulisan tentang sebuah kabar yang dihasilkannya baru bisa dipublikasikan di media sosial.

Baginya bukan halangan seseorang yang belum memiliki media masa belajar mempublikasikan hasil reportasenya. Terlebih, saat ini ruang untuk citizen journalist sangat besar. Setiap warga bebas menulis apa yang dia ketahui tentang kejadian nyata di masyarakat. "Meski hanya seorang netizen journalist, kaidah tentang nilai-nilai jurnalistik tetap wajib diperhatikan serius," sarannya.

Nody pun optimistis, bangsa Indonesia bakal semakin maju jika masyarakatnya mulai melek berita. Namun yang pasti, kebijaksanaan menyikapi dengan bijak," pungkasnya. (rul/c1/har)




Sumber : Jawa Pos Radar Jember, 25 Juli 2016
disalin oleh : (er)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar