MEMILIH berjuang di lembaga pendidikan merupakan cara Luluk Mashluchah untuk memberikan manfaat pada masyarakat. sebab, pendidikan menjadi tolak ukur kemajuan suatu bangsa. Sehingga, dirinya memfasilitasi anak-anak untuk belajar di sekolah yang didirikan.
Perempuan kelahiran 15 Juni 1980 tersebut mengawali kariernya di lembaga pendidikan Islam sejak tahun 1997 silam.
Masih Sibuk Garap Disertasi
Yakni ketika masih tercatat sebagaimana mahasiswi di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIN) Jember, sekarang IAIN Jember. "Dulu mendirikan lembaga pendidikan Alquran," katanya kepada Jawa Pos Radar Jember.
Padahal, kata Luluk, menjadi seorang guru atau orang yang mendidik generasi bangsa tak sempat terpikir sebelumnya. Tetapi dia tidak bisa menampik kehendak zaman. "Seiring perjalanan waktu ternyata tidak bisa diprediksi justru saya terpanggil mendirikan lembaga," terangnya.
Istri dari Muhammad Fachrur rozi itu menjelaskan, kemuan untuk membangun pendidikan Islam terus berkembang. seperti mendirikan yayasan pendidikan sosial dan dakwah Islam Ma'had Dirosatil Qur'aniyah Riyadlul Qori'in. Kemudian mengembangkan Madrasah Diniyah yang mengajarkan ilmu-ilmu agama dari kitab kuning.
Mendirikan Madrasah, kata perempuan berkerudung tersebut, dilakukan pada 2006. Setelah itu, mendirikan play group dan Taman Kanak-Kanak (TK) pada 2007. Bahkan pendidikan itu dipimpin sendiri.
Tak berhenti di situ, dosen Universitas Islam Jember (UIJ) itu dipercaya masyarakat sekitar untuk terus mengembangkan pendidikan Islam. Yakni mendirikan Madrasah Ibtidaiah pada 2009 lalu. "Sekarang dikembangkan menjadi Ma'had mahasiswa IAIN Jember," akunya.
Alumnus MA Darussalam Jember tersebut pantang menyerah, sebab menjadi kepala dari lembaga yang didirikan. Apalagi, kesibukkannya cukup padat. Seperti mengajar mahasiswa di sejumlah perguruan tinggi.
Dulu, mahasiswa S3 Universitas Islam Negeri Sunan Ampel tersebut smpat mengajar di banyak perguruan tinggi. Seperti di AKBID, Poltekes Malang yang ada di Jember, UIJ IAIN Surabaya dan Jember. Tapi sekarang sudah menjadi dosen tetap yayasan UIJ," ungkapnya.
Luluk mengaku perjuangan mendirikan lembaga pendidikan Islam semata karena ingin menjadi manusia yang bermanfaat bagi yang lain. Yakni membagi ilmu pengetahuan yang diperolehnya selama menjadi santri maupun mahasiswa. "Sekarang masih sibuk garap disertasi," pungkas sekretaris Dharma Wanita Kemenag Provinsi Jawa Timur tersebut. (gus/c1/hdi)
Sumber : Jawa Pos Radar Jember 13 Juli 2016
Ditulis Kembali Oleh : (IS)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar