Sabtu, 25 Februari 2017
Kenalkan Jember Lewat Fashion
MUDA, berkarya untuk masa depan. Inilah yang menjadi prinsip desainer muda Indhi Wulandari. Pemilik batik Notohadinegoro Jember itu,tidak canggung meski harus tampil di panggung fashion Internasional. Apalagi, misi mengenalkan potensi daerah seperti Jember menjadi motivasinya.
KEsempatan Bendahara HIPMI Jember itu bakal terwujud di panggung HIPMI Fashion Week Bali, 22 Juli 2016 ini.
Kompetisi fashion internasional bertajuk Beckwalk Bali itu, menunjuknya sebagai wakil HIPMI Jatim, tampil bergaing dengan desainer ternama lainnya di dunia.
Perempuan berumur 32 tahun itu mengaku tertarik ikut tampil di Bali, karena dia dibebaskan mengambil tema kopi yang menjadi salah satu identitas Jember. Tanpa disorong pun, desainer yang telah melanglang buana di dunia fashion nasional itu, berani mengambil tema Summer dengan kopi Sekar Jegat. Sebuah konsep busana yang dirancang dari biki dan daun kopi segar.
"Selqain mengejar karier internasional, saya berkewajiban mengenalkan Jember di panggung dunia," tuturnya, saat diwawancarai Jawa Pos Radar Jember, Rabu (13/7) kemarin.
Tentu yang dia yakini, konsep busana yang dia
rancang bersama binaan desainer muda asal Jember, itu nbakal memancing perhatian audien yang hadir pergelaran bergengsi. Ketika ketertarikan muncul, kesempatan menjelaskan tentang Jember pun bisa dia sampaikan secara detail.
Bagi seorang pengusaha muda kelahiran Banyuwangi tersebut, Jember dinilainnya memiliki potensi budaya dan wisata yang tak terhitung jumlahnya. Memang dia akui, potensi itu belum mampu tereksplorasi dengan maksimal. Katanya, ketika semua mampu tergarap dengan baik, iklim usaha di Jember bakal melejit karena multiplier efek dari wisata dan budayanya.
Tak ada alasan bagi Indhi, tentang sebutan Jember yang dituding tidak memiliki budaya asli yang kemudian disebut Pendalungan itu lah yang mampu menjadi salah satu modal besar Jember bangkit. "Masa depan Jember ada pada kita semua. Sekarang kita mau diam atau mengambil bagian untuk menggairahkan dunia usaha di Kember," pungkasnya. (rul/c1/hdi)
Sumber : Jawa Pos Radar Jember, 15 Juli 2016
disalin oleh :(er)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar