JADI Disk Jockey (DJ) sudah seperti pilihan Yulistiawati. Selain hobi, juga bisa mengahasilkan uang ketika bekerja sesuai dengan hobi yang selama ini ditekuninya.
"Dulu belajar musik DJ di Bali,"katanya pada Jawa Pos Radar Jember. Menurut dia, musik DJ sudah tidak bisa dilepaskan dari hidupnya. Sebab, sejak tahun 2012 lalu, perempuan yang memiliki julukan Yulisa tersebut sudah main DJ.
Tak Sulit Belajar Disc Jockey
Bermusik memberikan manfaat yang cukup[ besar dalam dirinya. Misal, ketika sudah merasa jenuh dan butuh hiburan, bisa didapatkan melalui musik yang disukainya. Apalagi, sejak kecil sudah tertarik dengan musik ketika masih kecil.Bagi Yulisa, tak sulit belajar musik DJ, bahkan dirinya hanya belajar selama tiga bulan. Setelah itu, diminta untuk tampil dalam beberapa kegiatan. Bahkan sampai keluar kota, mulai dari Madiun dan Kediri.
Diakuinya, pekerjaan yang tengah dilakukannya merupakan dunia malam. Tetapi, perempuan kelahiran 10 Juni 1991 tersebut sudah mendapat restu dari orang tua. Sehingga merasa nyaman bekerja.
Meskipun stgma terhadap dunia malam negatif, dirinya tidak terlalu menghiraukan hal itu. Karena tergantung kepada masing-masing karakter orang. Sedangkan dirinya, murni hanya untuk bekerja mencari uang."Karena itu semua tergantung orangnya,"ujarnya.
Yulisa terus berusaha mengembangkan bakat yang dimilikinya. Yakni belajar meningkatkan kemampuan musik DJ yang ditekuni sampai sekarang. Karena sudah menjadi profesi yang membuatnya mandiri.
Dia berharap agar karir yang tengah ditempuhnya selalu diberi kelancaran. Apalagi, mencari peluang karir sekarang semakin sulit sehingga perlu keterampilan khusus. Seperti bermain musik DJ yang dilakoninya. (gus/hdi)
Sumber: Jawa Pos RadarJember, 26 Juni 2016
disalin oleh: (JSR)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar