Tangani Desain Interior Pendopo
Meskipun tak memiliki background pendidikan desain,dirinya cukup terbilang ketika ditawari profesi tersebut."Baru sekitar satu setengah tahun saya terjun di bidang interior,"tuturnya.
Meski begitu,Ayu memang sudah tertarik dengan dunia desain sejak lama.Sulung dari tiga bersaudara ini lebih suka mendatangi rumah customer dan mendesain langsung ruangan yang ada."Mulai dari wallpaper,penataan properti,sampai pemesanan barang,"lanjutnya.
Dalam kurun waktu tersebut,dia sudah banyak menangani konsultasi pelanggan dari berbagai kalangan.Mulai dari rumah pribadi hingga kantor dan instansi besar."Yang paling baru sekarang sedang menangani desain interior pendopo bupati,"akunya.
Ayu mengaku lebih sulit mengerjakan penataan interior kantor dibandingkan rumah.Sebab dirinya harus mengkomunikasikan konsep dengan banyak orang."Kalau kantor kan tidak hanya dipegang satu orang saja,tapi ada kontraktornya,ada pemiliki kantor,dan ada pemilik ruangan,"ujar gadis asal Surabaya tersebut.
Namun disanalah letak tantangan yang di cari Ayu.Dalam waktu yang relatif singkat,segala energi dan pikirannya harus di fokuskan untuk menyelesaikan beberapa proyek yang tengah dia garap."Susahnya kan ketemu banyak pihak,itu membutuhkan banyak waktu.Padahal kita dikejar deadline,"paparnya.
Dari berbagai kesulitan tersebut,gadis yang tinggal di kawasan Kebonsari ini mengambil banyak ilmu dan pengalaman baru,misalnya menentukan skala prioritas pekerjaan.Apalagi tak semua pekerjaan mampu diselesaikan dalam rentang waktu yang sama."Ada yang butuh waktu dua minggu,ada yang lebih lama atau lebih cepat,tergantung kebutuhannya,"kata Ayu.
Hingga saat ini,Ayu masih lebih banyak nerima konsultasi dari klien yang berada disekitar Jember saja.Nantinya dia tak akan menolak jika suatu saat harus berpergian ke Luar kota demi pekerjaan.
"Meskipun jauh,ada pengalaman baru yang didapat,"pungkasnya.(lin/c1/hdi)
Sumber:Jawa Pos Radar Jember 5 Juli 2016
Di tulis kembali :AF

Tidak ada komentar:
Posting Komentar