Jumat, 10 Februari 2017

Santriwati Jadi Polisi


MENJADI Polisi Wanita (Polwan) sundah menjafi keinginan Agustina Untari sejak masih kecil. Namun ketika Mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren Darussalam Gontor, keinginan itu mulai hilang.

"Baru ketika lulus dari pesantren, ada lowongan Polwan ya ikut daftar," katanya pada Jawa Pos Radar Jember. Ketertarikannya menjadi Polwan juga tidak lepas dari latar belakang keluarga. Sebab, ayahnya merupakan anggota Kodim 0824 Jember.


Perempuan kelahiran 2 Agustus 1992 tersebut juga sempat mendaftar menjadi TNI wanita. Namun dirinya tidak beruntung. Setelah itu, dia daftar menjadi Polwan dan diterima. "Mungkin saya alumni pertama santri Gontor yang jadi polisi," terangnya.

Ketika di pesantren , Tari, sapaan akrabnya sudah dilatih menjadi seorang pemimpin. Karena materi leadership selalu menjadi hal utama yang ditekankan pada santri. Sehingga ketika sudah terjun dalam dunia karir, dirinya memiliki kemampuan yang lebih.

Tak hanya itu, di pesantren Tari juga belajar menjadi perempuan mandiri. Karena selama sekolah SMA disana, sudah terbiasa tanpa orang tua. Begitu juga dengan sikap kesederhanaan yang ditekankan di pesantren.

Ketika diterima sebagai Polwan, Tari harus menyesuaikan dengan lingkungan. Tak membutuhkan waktu yang lama, karena sudah biasa beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Begitupun ketika memulai dengan kegiatan yang baru, di Polres Patrang.

Dia sudah siap berada di lingkungan yang banyak diisi oleh laki-laki. Bahkan tidak pernah terpikir jida akan menjadi seorang penyidik kasus tertentu. "Sehingga harus terus belajar dengan hal yang baru,erangnya.

Tari dipercaya sebagai penyidik di Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Patrang. Setiap ada kasusn terhadap perempuan dan anak, dia memiliki kewajiban untuk membantu masyarakat mengenai kasus tersebut. (gus/hdi)

Sumber : Jawa Pos Radar Jember, 19 Juni 2016
ditulis kembali oleh : (er)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar