MENJADI pengusaha muda sambil kuliah, mampu menjawab kesulitan biaya pendidikan. Terlebih, mengawali rintisan jaringan masa depan. Namun di balik itu semua, pendidikan terapan lebih dirasakan oleh Cylvia Hardani.
Alami Kendala Selama Bisnis
Pengusaha muda asal Kencong ini mengaku, sangat mencintai bisnis. Baginya, bisnis menyuguhkan kemandirian dan kemerdekaan. Sejak mengenal bisnis franchise, dia mampu membayar biaya kuliah tanpa lagi berharap subsidi orang tuanya. Begitu pula dengan kebebasan waktunya. "Hanya berbisnis yang memiliki waktu fleksibel," tuturnya.Mahasiswa semester skhir di Fakultas Pertanian Universitas Jember, itu juga pernah menjadi seorang karyawan bank swasta nasional. Dia mengaku, saat jadi karyawan di perusahaan bonafid membuatnya berlebih secara materiil. Apalagijika hanya soal hanya kebutuhan hidup sehari-hari. Namun saat bicara kebebasan waktu, dia seperti tekungkung di dalam sangkar.
Pengalaman demikian yang membuatnya banting seting ke wirausaha. Meskipun tantangan seorang pengusaha juga berat dan butuh perjuangan. Namun dia malah menyebutnya sebuah dinamika.
Perempuan berumur 25 tahun itu mengaku tidak selalu mulus menjalankan roda bisnisnya. Sejumlah kendala hingga mengalami kerugian, pernah dia telan meski pun sakit rasanya. Namun dari kegagalan tersebut, semua dia rangakai kemudian mampu mengantarkannya ada pada titik keberhasilan. "Hidup ini adalah pelajaran. Semua perlu diambil hikmahnya," ujarnya.
Dia pun tak pernah patah semangat merintis dari usaha kecil ke usaha lainnya. Hidup seperti tidak pantas menerima kejenuhan. Karenanya, bisnis juga perlu berorganisasi. "KArena usia saya masih muda. Tentu memiliki kesempatan bergabung di HIPMI Jember," katanya. Bersama organisasinya itu, dia yakin lebih mampu menakhlukan tantangan di dunia usaha yang harus dia hadapi. Apalagi, saling berbagi pengalaman semakin mudah dia temui. Semua dia lakukan, demi menggapai sebuah eksistensi diri. (rul/c1/hdi)
Sumber : Jawa Pos - Radar Jember, 23 Juni 2016
Ditulis kembali oleh : nbl

Tidak ada komentar:
Posting Komentar