Selasa, 28 Februari 2017

Jadi Asisten Dosen

KULIAH tanpa biaya banyak diminati mahasiswa Namun tidak semua mahasiswa bisa melakukannya.Apalagi bisa kuliah gratis karena berprestasi.Seperti Kiki Wahyuningtiayas,dia mandiri setelah ditunjuk menjadi asisten dosen.

Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Unej Semester tujuh itu,sudah ditunjuk menjadi Asisten Dosen sejak dia baru duduk di semester tiga.Dia pilih lima dosen yang berbeda.


Bercita-cita Jadi Seorang Peneliti


Sehingga praktis,dia yang konsen di Teknologi Hasil Pertanian,harus bersedia menjadi asisten lima dosennya sekaligus.
Terpilihnya bungsu dari dua bersaudara itu tak lepas karena prestasinya di kampus.Bukan hanya penilaian Indeks Prestasi Kumulatif(IPK).Namun keaktifan di kelas dan jiwa kepemimpinannya,mampu mengunggulkan dia secara personality."Saya pernah mengasisteni dosen di Jurusan berbeda,"akunya,saat diwawancarai Selasa (19/7)kemarin.

Tentu tidak mudah menjadi seorang Asisten Dosen.Sebab selain hanya mendampingi dosen mengajar di kelas,Laboratorium,dia juga tak jarang mengajar di kelas menggantikan dosen yang sedang bertugas di Luar kampus."Butuh mental kuat saat mengajar teman sendiri,"tuturnya.

Betapa tidak,karena namanya teman,pasti saja banyak maunya.Salah satunya meminta nilai maksimal dengan merayunya.Apalagi teman pria di kampusnya.Namun bukan Kiki namanya,Jika dia harus giat belajar,"katanya.

Tidak jarang akhirnya,sang asisten dosen itu mengajak sejumlah temannya belajar kelompok,membahas materi mata kuliah yang pernah diajarkan di kelasnya.Sehingga,nilai maksimal diberikan memang karena kemampuan rekan-rekannya tersebut.

Perempuan yang bercita-cita ingin menjadi seorang peneliti di perusahaan bonafit itu pun,mampu mendapat berkah setelah menjadi Asisten osen.setiap bulannya,dia memperoleh Honarium dari kampusnya.Belum lagi beasiswa prestasi belajar yang didapat.Namun semua itu dia lakukan tak lain sebagai bukti dari sebuah eksistensi.

Kiki ingin membuktikan,bahwa seorang yang aktif di organisasi kemahasiswaan ekstra kampus,ternyata tidak semua bermasalah dengan akademiknya.

Bahkan selama pengalamannya berproses di organisasi yang kini dinaunginya,banyak tokoh nasional yang lahir dari rahim organisasi kemahasiswaan ekstra kampus.(rul/c1/hdi)

Sumber:Jawa Pos Radar Jember 20 Juli 2016

Ditulis Kembali:AF

Tidak ada komentar:

Posting Komentar