Sabtu, 11 Februari 2017

Ingin Selalu Mandiri

DI lingkungan kantor rektorat Universitas Islam Jember (UIJ), Dwi Fefri Kurniasari tidak asing lagi, Hampir semua karyawan dan sebagian besar mahasiswa kenal padanya. Selain berparas ayu, gadis kelahiran Ambulu 7 Februari 1990 itu juga dikemnal ramah dan familiar dengan siapa saja yang enyapanya.

Keramahan Nia, panggilan akrrabnya, membuat dia banyak disukai kawan kerjanya, baik cowok maupun sesama cewek.



Bertanggung Jawab dengan Pekerjaan


Dia juga tipe bekerja keras, sehingga nyaris tak pernah kelihatan nyantai. Dia kerap mondar mandir dari lantai bawah untuk urusan pekerjaan nya.

Kelicahannya dalam pergaulan diakui Nia sudah ada sejak kecil selain itu dia juga pintar menyembunyikan kesedihannya, sehingga nyaris tak pernah kelihatan susah di depan kawan-kawannya. " semua orang pasti ada kesusuhan namun semaksimal mungkin saya upayakan tidak merasakannya. Orang lain tak perlu ikut merasakan kesusahan saya ujarnya kepada jawa pos radar jember.

Putri kedua dari dua bersaudara ini mengkui cita-citanya sejak remaja ingin menjadi kowad (Korps wanita angkatan darat) Bahkan, tiga kali dia mendaftar jadi tentara namun gagal. Bukan lantaran nilainya jelek tetapi ada faktor.

Menurut alumnus SMK 45 Ambulu ini, meski gagal menjadi tentara dia tak menyesal minimal dirinya berpengalaman bagaimana susahnya seleksi menjadi tentara khususnya dari kalanagan perempuan berlatih latih dipasir pantai sudah saya lakukan selama tiga tahun," tuturnya.

Setelah gagal tiga kali masuk tentara nia akhirnya memilih kuliah di Fakultas Hukum UIJ hingga lulus pada 2015 sebelum lulus nia sudah diterima menjadi karyawan kampus milik Nadiatul jember itu. "Saya pengen jadi notaris tapi mungkin masih terkenfdali biaya kuliah," akunya.

Yang menarik sekaligus mengagumkan setiap hari dita bersepeda motor dari rumahnya di Andongsari, Ambulu, kekampus sejaug 60 kilometer pulang pergi tidak jarang dita pulang larut malem jika ada lemburan. "Alhamdulillah allah masih melindungi saya, sehingga aman lancar dalam perjalanan.

Memnyinggung rencana berumah tangga lajang yang berhijab sejak madrasah Ibtidaiyah ini menyerahkan kepada takdir. namun dia tetap berdoa ahgar menemukan pendapmping sesuai dengan idamannya yakni pria yang bertanggung jawab rajin beribadah dan memahai kondisi keluarga besarnya.(sh/cl/har)

Sumber : Jawa Pos Radar Jember, Senin 20 Juni 2016
Disalin Oleh (Af)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar